Tuesday, May 14, 2013

Jasa jasa yang dibutuhkan oleh mahasiswa dan pengusaha

Berikut ini adalah beberapa jasa pelayan yang bisa membantu anda jika anda membutuhkannya:

Low Cost Data Recovery and Corrupted File Repair Service adalah layanan untuk menyelamatkan data anda yang hilang yang disebabkan oleh hardisk atau flash disk anda terformat, terhapus secara tidak sengaja atau rusak.

jasa pembuatan skripsi  murah menawarkan jasa untuk membantu anda menyelesaikan skripsi hanya dalam satu semister. Biaya yang dikenakan juga sangat murah bila dibandingkan dengan waktu dan energi yg dihabiskan untuk membuat skripsi sendiri. dijamin bukan plagiat atau copy paste dari skripsi orang lain.

jasa analisa data statistik ini menawarkan pengolahan data hasil penelitian kuantitatif, untuk kegunaan analisa data skripsi, tesis maupun disertasi.

jasa pembuatan thesis ekonomi S2 menawarkan pembuatan tesis S2 dalam bidang ekonomi.

menjual kapsul jintan hitam menjual obat penambah daya tahan tubuh yang terbuat dari jintan hitam

data recovery aceh adalah layanan untuk menyelamatkan data anda yang hilang yang disebabkan oleh hardisk atau flash disk anda terformat, terhapus secara tidak sengaja atau rusak yang beralamat di Bireuen – Aceh..

jasa pembuatan dokumen penawaran untuk mengikuti tender di LPSE.

jasa pembuatan gambar AutoCAD dan shop drawing menawarkan jasa gambar dan design untuk rumah dan bangunan lainnya.

Tuesday, November 8, 2011

Jenis - jenis Jamur Tiram

Selama ini, jamur tiram yang dalam klasifikasi botaninya bernama pleurotus, yang kita kenal selama ini adalah jamur tiram putih. Padahal ada beberapa jenis jamur tiram selain jamur tiram putih yang bisa dibudidayakan, yaitu jamur tiram biru, jamur tiram coklat, jamur tiram abu abu, jamur tiram merah/ pink. Berikut ini penjelasannya:
1. Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus), dikenal juga dengan nama shimeji white (varietas florida). Warna tubuh buahnya putih sampai putih kekuningan dengan diameter tudung 3-14 cm.
2. Jamur tiram biru ( Pleurotus ostreatus columbinus). Warna tudungnya biru keunguan, tudung berukuran kecil dan tubuh buah besar dan kaku. diameter antara 4-6 cm
3. Jamur tiram coklat (Pleurotus cystidiosus), dikenal dengan nama jamur abalon. Warna tudungnya keabu abuan sampai abu abu kecoklatan. Diameternya antara 5-12 cm.
4.  Jamur tiram abu abu (Pleurotus Sajorcaju), dikenal dengan shimeji grey karena tudung berwarna abu kecoklatan sampai kuning kehitaman dengan diameter 6-14 cm.
5. Jamur tiram merah/ pink (Pleurotus flabellatus), dikenal dengan nama sakura karena tudungnya berwarna kemerahan. Diameter antara 5-12 cm.
Diantara keempat jenis jamur tiram yang dibudidayakan, Pleurotus ostreatus paling digemari petani karena memiliki sifat yang adaptif dan tahan lama penyimpanan, selain juga karena sudah memasyarakat. Jenis jamur lainnya kurang popular di Indonesia karena warnanya yang mencolok dan terkesan aneh memberi kesan jamur beracun, hal ini disebabkan oleh ketidaktahuan masyarakat. Anda tinggal pilih, mau budidaya jamur tiram jenis apa!

Teknik Budidaya Jamur Tiram Yang Baik

I. SYARAT TUMBUH
Tempat tumbuh Jamur tiram termasuk dalam jenis jamur kayu yang dapat tumbuh baik pada kayu lapuk dan mengambil bahan organic yang ada didalamnya. Untuk membudidayakan jamur jenis ini dapat menggunakan kayu atau serbuk gergaji sebagai media tanamnya. Serbuk kayu yang baik untuk dibuat sebagai bahan media tanam adalah dari jenis kayu yang keras sebab kayu yang keras banyak mengandung selulosa yang merupakan bahan yang diperlukan oleh jamur dalam jumlah banyak disamping itu kayu yang keras membuat media tanaman tidak cepat habis. Kayu atau serbuk kayu yang berasal dari kayu berdaun lebar komposisi bahan kimianya lebih baik dibandingkan dengan kayu berdaun sempit atau berdaun jarum dan yang tidak mengandung getah, sebab getah pada tanaman dapat menjadi zat ekstraktif yang menghambat pertumbuhan misellium. Hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan serbuk kayu sebagai bahan baku media tanam adalah dalam hal kebersihan dan kekeringan, selain itu serbuk kayu yang digunakan tidak busuk dan tidak ditumbuhi jamur jenis lain.
Untuk meningkatkan produksi jamur tiram, maka dalam campuran bahan media tumbuh selain serbuk gergaji sebagai bahan utama, perlu bahan tambahan berupa bekatul dan tepung jagung. Dalam hal ini harus dipilih bekatul dan tepung jagung yang mutunya baik, masih baru sebab jika sudah lama disimpan kemungkinan telah menggumpal atau telah mengalami fermentasi serta tidak tercampur dengan bahan-bahan lain yang dapat mengganggu pertumbuhan jamur. Kegunaan penambahan bekatul dan tepung jagung merupakan sumber karbohidrat, lemak dan protein. Disamping itu perlu ditambahkan bahan-bahan lain seperti kapur ( Calsium carbonat ) sebagai sumber mineral dan pengatur pH meter
Media yang terbuat dari campuran bahan-bahan tersebut perlu diatur kadar airnya. Kadar air diatur 60 – 65 % dengan menambah air bersih agar misellia jamur dapat tumbuh dan menyerap makanan dari media tanam dengan baik Penambahan air yang tidak bersih dapat menyebabkan media terkontaminasi dengan mikroorganisme
Tingkat keasamon ( pH)
Tingkat keasaman media sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan jamur tiram. Apabila pH terlalu rendah atau terlalu tinggi maka pertumbuhan jamur akan terhambat. bahkan mungkin akan tumbuh jamur lain yang akan mergganggu pertumbuhan jamur tiram itu sendiri. Keasaman pH media perlu diatur antara pH 6 – 7 dengan menggunakan kapur ( Calsium carbonat )
Suhu udara
Pada budidaya jamur tiran suhu udara memegang peranan yang penting untuk mendapatkan pertumbuhan badan buah yang optimal. Pada umumnya suhu yang optimal untuk pertumbuhan jamur tiram, dibedakan dalam dua fase yaitu fase inkubasi yang memerlukan suhu udara berkisar antara 22 – 28 OC dengan kelembabon 60 – 70 % dan fase pembentukan tubuh buah memerlukan suhu udara sama antara 22 – 28  ‘C untuk jamur tiram putih dan  22–30 ‘C untuk jamur tiram coklat, dengan kelembaban sama 85 – 95 %.
Cahaya
Pertumbuhan misellium akan tumbuh dengan cepat dalam, keadaan gelap/tanpa sinar, Sebaiknya selama masa pertumbuhan misellium ditempatkan dalam ruangan yang gelap, tetapi pada masa pertumbuhan badan buah memerlukan adanya rangsangan sinar. Pada tempat yang sama sekali tidak ada cahaya badan buah tidak dapat tumbuh, oleh karena itu pada masa terbentuknya badan buah pada permukaan media harus mulai mendapat sinar dengan intensitas penyinaran ? 60 – 70 %.
II. TAHAPAN DALAM KEGIATAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM
  1. Persiapan Media Tanam
    Sebelum dilakukan penanaman ( inokulasi ) bibit kedalam media tanam, perlu dilakukan persiapan-persiapan antara lain:
    a. Menyiapkan bahan dan alat yang digunakan.
    b. Mencampur serbuk kayu dengan bahan-bahan lain seperti bekatul, tepung jagung dan kapur sampai merata ( homogen ) kemudian diayak. Untuk lebih lengkap formula komposisi media jamur sebagai berikut:
Komposisi Media tanam (kg)
formula1
formula1
dan
formula2
formula2
c. Menambah air hingga kandungan air dalam media menjadi 60?-65 % lalu tentukan pH-nya dengan kertas lakmus. Tandanya bahwa campuran sudah tepat yaitu saat campuran itu digenggam maka dapat mengepal tapi tidak mengeluarkan air, maka campuran sudah bagus.
d. Memasukkan media tanam kedalam kantung plastik polypropilene dan memadatkannya lalu bagian atas kantung plastik diberi cincin paralon kemudian dilubangi 1/3 bagian dengan kayu dan ditutup dengan kertas lilin serta diikat dengan karet pentil.
e. Melakukan sterilisasi pada suhu 120 ‘C selama 7 – 8 jam. Itu kondisi paling aman agar baglog kita steril.
f. Mendinginkan media tanam selama 8 – 12 jam dalam ruangan inokulasi. Pada rentang waktu itu langsung dimasukkan bibit ke dalam bag log, walau media masih hangat.
2. Penanaman ( Inokulas)
a. Inokulasi dilakukan setelah media tanam dingin dengan suhu antara 22 – 28 ‘C.
b. Menyiapknn alat dan bahan yang diperlukan dalam proses penanaman ( inokulasi ).
c. Sterilisasi semua alat dan bahan yang akan digunakan
d. Membuka penutup/ kertas lilin dan memasukkan bibit dari dalam botol kedalam media tanam dengan menggunakan stik inokulasi.
e. Menutup kembali penutup/kertas lilin dan mengikat dengan karet pentil.
f. Memindahkan media tanam yang telah ditanami bibit tersebut kedalam ruangan inkubasi sampai tumbuh misellium jamur, Lamanya penumbuhan misellium jamur antara 35-40 hari.
g. Setelah misellium memenuhi kantong plastik dipindahkan ke ruang produksi dengan membuka tutup kontong plastik dan menyemprot air secara teratur
3. Panen
Setelah 10 – 15 hari setelah cincin dibuka, kemudian dapat dipanen untuk pertama kali, panen berikutnya setiap hari  secara teratur selama masa produktif 4 bulan ( jika perawatan bagus bisa lebih). Per log membutuhkan siklus waktu 15 hari untuk panen lagi. Jadi 4 bln x 2 kali penen / bln = 8 kali panen.

  • Cat: -   harga barang untuk amsing2 daerah busa berbeda beda. Bisa digunakan bahan   pengganti yang lebih mudah didapat di daerah masing masing.
  • -   harga jamur dari petani/ pembudidaya jamur = Rp 10.000 (untuk Jawa Timur), tapi  bisa berbeda beda untuk tiap daerah.
    kumbung jamurku
    kumbung jamurku

    Cara memilih Baglog Jamur yang Berkualitas

    Quantcast
    Bagi pemula dalam budidaya jamur, membeli baglog adalah cara yang paling mudah. Baglog adalah media siap panen, pembeli tinggal merawat dengan mengkondisikan lingkungan tempat baglog diletakkan agar sesuai dengan kondisi ideal untuk pertumbuhan jamur. Dan pembeli baglog tinggal menunggu sampai waktu panen tiba. Mudah kan! Tapi, bagi pemula ada beberapa hal yang tidak mereka ketahui tentang kualitas baglog yang dibelinya.
    Bagi anda yang pemula dalam budidaya jamur dengan membeli baglog jamur, perhatikan kualitas baglog jamur yang anda beli sebelum barang dikirim ke tempat anda. Anda perhatikan gambar di bawah ini:
    Gambar 1. Baglog jamur yang bagus
    Gambar 2. Baglog jamur yang jelek
    1. Baglog  yang bagus akan terlihat regenerasi miselium jamurnya tumbuh merata diseluruh lingkar baglog. (gambar no 1).
    2. Baglog yang jelek pertumbuhan miseliumnya terhambat, seperti berhenti, dan tumbuhnya tida merata. Miselium tidak sepenuhnya menutupi seluruh bagian baglog, sehingga terkesan masih ada bercak. ( gambar no 2).
    3. Jangan pilih baglog yang sudah putih penuh dan terlihat agak keriput walaupun belum dibuka penutup kapas/ kertasnya, karena kemungkinan baglog sudah lama putih tapi belum dibuka buka. Karena jika baglog tidak segera dibuka jika sudah putih full (bahkan disarankan baglog dibuka saat miselium sudah tumbuh 80%), miselium jamur akan menghisap nutrisi yang ada dalam baglog, karena miselium akan tetap merambat walau baglog sudah putih full. Sehingga nantinya jamur yang dipanen akan berkurang karena nutrisinya termakan oleh miseliumnya sendiri saat masih belum dibuka.
    Memilih baglog jamur yang bagus akan berpengaruh terhadap hasil jamur yang dipanen nanti. Maka anda ( pembudidaya jamur yang membeli baglog jamur), jelilah memilih baglog jamur yang akan anda beli. Dan sebelum baglog dikirim, ada beberapa hal yang perlu anda ketahui:
    1. Pastikan baglog jamur tumbuh miseliumnya minimal  25-30%, konsidi ini dipastika baglog berhasil tumbuh dengan baik.
    2. Jangan menerima baglog yang barusan dibibit, yang artinya miselium belum merambat. Karena baglog masih sangat lemah, sehingga rawan mati jika dibawa dalam perjalanan jauh. Karena itu, jika anda pesan baglog, anda harus sabar menunggu. Karena untuk menumbuhkan miselium jamur hingga tumbuh 30-50%, harus di inkubasi/ disimpan selama kurang lebih 15 hari di petani pembuat baglog dan bibit jamur.
    Demikianlah tips dalam memilih baglog dan kapan baglog layak untuk dikirim, agar anda tidak tertipu oleh petani jamur yang nakal. Semoga sukses.

    Proses pengawetan Jamur Tiram

    Kita tahu bahwa sayur jamur tiram tidak bisa tahan lama setelah dipetik dari baglog, jadi sayur jamur tiram harus sebisa mungkin segera dijual sejak setelah dipetik. Karena sayur jamur tiram tidak bisa diawetkan, dalam artikan dari segi penampilannya/ kesegarannya. Karena konsumen yang membelil jamur pasti akan melihat kesegaran jamur yang hendak mereka beli, jika sudah layu, jemek dan berwarna putih kecoklatan, konsumen pasti tak akan mau beli. Padahal sebenarnya jamur tersebut  masih bisa dikonsumsi lho! Jadi, bagaimana caranya agar kesegaran tampilan sayur jamur tiram tetap terjaga?

    Quantcast
              Sobat, kemarin saya telah tuliskan bagaimana cara mengawetkan sayur jamur tiram, tapi cuma judulnya aja, hehehe. Nah sekarang, di bagian ini saya akan menjelaskan apa saja yang dibutuhkan untuk mengawetkan sayur jamur tiram. Kita kan tau ( terutama para petani jamur), bagaimana sih cara mengawetkannya!. Di jemur di reik matahari, dimasukin lemari es!, semuanya salah. Yang mau saya jelaskan bukan hanya mengawetkan sayur jamur agar tidak busuk, tapi bagaimana agar kesegaran tampilannya juga terjaga, sehingga sayur jamur bisa dijual dalam waktu beberapa hari kedepan. Kalau dimasukkan ke lemari es, jamur memang tidak akan busuk dalam beberapa waktu, tapi tampilan jamur sudah tidak layak untuk dijual. Nah, yang diinginkan petani jamur kan bagaimana jamur yang misalkan panen banyak, terus pasar tidak bisa menyerap lebih dari kapasitas produksinya, maka jamur harus disimpan untuk dijual besoknya kan! Daripada dibuang, kan rugi!
    Berikut ini akan akan saya beritau apa saja sih yang dibutuhkan untuk menjaga keawetan dan kesegaran sayur jamur! Yang perlu dipersiapkan adalah:
    1. Kotak stereoform

    Kotak stereoform
    Gak usah mahal2, yang penting kotaknya bisa ditutup rapat.
    2. Pelepah batang pisang (debok pisang)

    pelepah batang pisang
        Bukan batangnya utuh yang dipakai, tapi diambil 1,2 atau 3 lembar.
    3. Es batu

    Es batu
    Es batu buatan sendiri juga bisa kok! yang penting es batu kan!
    Nah setelah itu, apa yang harus dilakukan terhadap tiga bahan itu sobat….!
    Ikuti tulisan kami selanjutnya ya! hehehe…

    Kegagalan pada budidaya Jamur Tiram


    Quantcast
    Suatu ketika ada beberapa pembudidaya jamur yang bertanya mengenai  baglog jamur yang dia budidayakan. Pertanyaannya yaitu kenapa baglog jamur yang sudah tumbuh penuh sulit keluar bakal jamurnya. Pertanyaan ini  mungkin bisa diperjelas lagi, yaitu baglog sulit keluar jamur pada awal pembukaan dan lamanya rentang antar panen pada baglog jamur. Penyebab pemasalahan ini bukan hanya pada petani yang membudidayakan baglog jamurnya, tapi juga pada proses pembuatan baglog jamur, yaitu pada petani penyedia baglog jamur.
    - Permasalahan yang disebabkan oleh pembudidaya baglog jamur yaitu karena rumah/kumbung jamur kurang ideal untuk pertumbuhan jamur. Bisa dikarenakan desain kumbung  jamur yang kurang tepat, antara lain:
    1. Atap kumbung terlalu rendah, sehingga ruangan menjadi pengap/ sumuk dan akan mudah meningkatkan suhu ruangan. Artinya kondisi ruangan tidak memenuhi syarat tumbuh jamur.  Kecuali jika pendirian kumbung berada di bawah pohon yang teduh dan rindang.
    2.  Kumbung jamur terlalu gelap karena tertutup rapat tanpa sirkulasi, hal ini akan menghambat pertumbuhan pin head/ bakal jamur. Pada masa pertumbuhan jamur pada baglog, butuh pencahayaan sebesar 10-15 %. Bukan sinar matahari langsung yang masuk ke dalam kumbung.
    - Sedangkan bagi pembudidaya jamur, perlu dilakukan perawatan baglog secara  rutin selama masa produktir.  Lakukan pembukaan pada bagian depan baglog, baglog yang dibuka adalah baglgo yang pernah panen minimal  1 kali, tampak seperti gambar dibawah:
    Baglog dengan bukaan depan
    Baglog dengan bukaan depan (2)
    Lakukan selalu peremajaan pada bagian baglog yang rusak/ kotor, yaitu dengan membersihkan bagian yang rusan sampai terlihat bagian baglog yang putih. Tujuannya adalah untuk memicu pertumbuhan bakal jamur lagi. Pembukaan seperti diatas bisa dilakukan bila kondisi suhu dan kelebaban bisa dijaga ideal, karena jika tidak (suhu lebih dari 28′C dan kelembaban kurang dari 70%) akan menyebabkan terjadi penguapan yang tinggi yang mengakibatkan baglog menjadi kering. Jika tidak memungkinkan untuk melakukan pembukaan, anda bisa melubangi atau menyobek (sambil dilukai baglognya) seukuran 1×1 cm sebanyak 2-4 bagian pada sisi depan dan belakang. Hal ini bisa mengurangi penguapan yang tinggi.
    - Dan terakhir,  pada proses pembuatan baglog jamur. Dari pengamatan dan studi banding yang telah kami lakukan, bahwa baglog jamur akan mengalami kesulitan pada pertumbuhan pih head/ bakal jamur pada awal panen dan pada pertumbuhan berikutnya dikarenakan serbuk kayu yang dipakai dalam pembuatan baglog masih belum benar benar lapuk. Hal ini akan menghambat penyerapan nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan bakal jamur. Ada beberapa tanda dan akibat dari pemakaian serbuk yang masih mentah/ belum lapuk, antara lain:
    1. Pada permukaan baglog akan tumbuh daging berwarna kekuning kuningan ( ngoncom), dan akan tampak jika baglog sudah mulai dipenuhi miselium jamur.
    2. Keluarnya pin head/ bakal jamur sejak pembukaan pertama sangat lama, antara 3-4 minggu, padahal idealnya 1-2 minggu sejak pembukaan.
    3. Jarak panen dengan panen sebelumnya sangat lama, bisa jadi tidak panen lagi dan baglog akhirnya menjadi membusuk, padahal masih dalam masa produktif.
    4. Baglog tidak bisa berwarna putih pekat seperti tempe.
    5. Jamur yang tumbuh akan layu dan kering sebelum waktunya panen. Hal ini disebabkan penyerapan nutrisi pada baglog kurang optimal, karena serbuk yang belum lapuk akan sulit untuk diuraikan menjadi makanan bagi jamur.
    Oleh sebab itu, usahakan agar serbuk kayu yang dipakai dalam kondisi melapuk, adapun cara untu melapukkan adalah:
    1. Biarkan serbuk kayu di tumpukan luar atau yang sudah dibungkus glangsing  selama minimal 3 minggu, agar terjadi pelapukan alami. Bisa dibantu dengan menyirami serbuk dengan air dengan tujuan agar resin/ getah kayu bisa larut ke bawah, sehingga pelapukan semakin cepat.
    Pelapukan serbuk kayu
    2. Lakukan pengomposan/ fermentasi pada media baglog yang sudah diacampur dengan bahan lain dan sudah diraduk dengan air. Waktu pengomposan selama minimal 3 hari. Caranya, tutup rapat saduran tadi dengan plastik atau apapun yang bisa buat nutup.  Seperti gambar diabawah ini:
    Bahan campuran baglog jadi satu
    Proses penyaduran
    Proses pengomposan, tutup rapat
    Selamat mencoba!!!
    Kalo ada masukan bisa sharing ya…

    ANALISA USAHA Pembesaran lele Sangkuriang di bak plastik


    ANALISA USAHA
    Pembesaran lele Sangkuriang di bak plastik
    1.
    Investasi

    a.
    Sewa lahan 1 tahun @ Rp 1.000.000,-
    =
    Rp
    1.000.000,-

    b.
    Bak kayu lapis plastik 3 unit @ Rp 500.000,-
    =
    Rp
    1.500.000,-

    c.
    Drum plastik 5 buah @ Rp 150.000,-
    =
    Rp
    750.000,-




    Rp
    3.250.000,-
    2.
    Biaya Tetap

    a.
    Penyusutan lahan Rp 1.000.000,-/1 thn
    =
    Rp
    1.000.000,-

    b.
    Penyusutan bak kayu lapis plastik Rp 1.500.000,-/2 thn
    =
    Rp
    750.000,-

    c.
    Penyusutan drum plastik Rp 750.000,-/5 thn
    =
    Rp
    150.000,-




    Rp
    1.900.000,-
    3.
    Biaya Variabel




    a.
    Pakan 4800 kg @ Rp 3700
    =
    Rp
    17.760.000,-

    b.
    Benih ukuran 5-8 cm sebanyak 25.263 ekor @ Rp 80,-
    =
    Rp
    2.021.052,63

    c.
    Obat-obatan 6 unit @ Rp 50.000,-
    =
    Rp
    300.000,-

    d.
    Alat perikanan 2 paket @ Rp 100.000,-
    =
    Rp
    200.000,-

    e.
    Tenaga kerja tetap 12 OB @ Rp 250.000,-
    =
    Rp
    3.000.000,-

    f.
    Lain-lain 12 bin @ Rp 100.000,-
    =
    Rp
    1.200.000,-




    Rp
    24.281.052,63
    4.
    Total Biaya

    Rp
    26.181.052,63





    5.
    Pendapatan

    Rp
    28.800.000,00

    Produksi lele konsumsi 4800 kg x Rp 6000/kg -,



    6.
    KEUNTUNGAN

    Rp
    2.418.947,37
    7.
    Break Event Point (BEP)




    Volume produksi
    =
    4.396,84 kg

    Harga produksi
    =
    Rp 5.496,05








    Sumber :Buku Budidaya Lele Sangkuriang, Dit. Pembudidayaan, Ditjen Perikanan Budidaya